
FACE RECOGNITION APPS
Saat ini, keberadaan fotografer di ruang publik semakin memudahkan pengabadian momen. Seiring berkembangnys teknologi, hadir berbagai aplikasi berbasis Artificial Intelligence (Al) yang mampu mengenali wajah seseorang dari foto.
Melalui pemanfaatan data biometrik wajah dengan fitur facial recognition, aplikasi tersebut memungkinkan individu menemukan foto dirinya di antara ribuan dokumentasi kegiatan publik secara cepat dan efisien.
BAGAIMANA CARA KERJA NYA?
Pengguna cukup melakukan swafoto (selfie), kemudian sistem mencocokan wajah tersebut dengan foto yang diunggah fotografer atau pengguna lain. Namun, di balik kemudahannya, terdapat potensi risiko terhadap privasi serta keamanan data digital.
MENGAPA BERBAHAYA?
Wajah seseorang adalah bagian dari identitas yang unik, sama seperti sidik jari atau suara. Foto wajah seseorang dapat disalahgunakan untuk membuat akun palsu maupun dimodifikasi menggunakan teknologi deepfake.
SOLUSI MITIGASI:
- Hindari memberikan izin ke akses kamera atau data wajah secara sembarangan
- Jaga peraturan privasi akun media sosial
- Minta persetujuan sebelum menggungah atau membagikan foto orang lain
- Periksa jejak digital secara berkala melalui fitur reverse image search untuk memastikan foto tidak beredar tanpa consent (persetujuan)
Olah data: Bidang Persandian dan Keamanan Informasi Diskominfo Jabar
Penulis: Diskominfo Jabar



