
Makin hari ini pengguna AI seperti dua mata pisau, bisa bermanfaat, juga bisa sangat berbahaya. Sampai di beberapa daerah di Jawa Barat, muncul laporan pelaku pedofil yang edit foto Anak menggunakan AI. Buat Wargi, para orang tua, harus mulai sadar bahwa AI bisa saja dimanfaatkan dengan cara yang buruk oleh oknum tertentu. Bagaimana modusnya?
Modus operandi para pelaku meliputi produksi konten pornografi yang kemudian disimpan pada akun media sosial pribadi. Berikut tanda-tandanya :
- Mengunduh foto-foto anak di internet.
- Memanipulasi dan diedit dengan bantuan AI
- Memproduksi sebagai konten video negatif
- Diunggah di media sosial hingga layanan penyimpanan digital.
Dari hasil pemeriksaan, bahwa konten asusila tersebut tidak diperjualbelikan, namun hanya disimpan untuk konsumsi pribadi para pelakunya. Lakukan hal ini sebelum terlambat :
- Kunci aku media sosial, hindari menyetujui pengikut yang tidak kita kenal.
- Filter konten yang diunggah, jangan posting foto anak yang bisa menjadi sasaran para pelaku.
- Jika diperlukan, bisa memberikan watermark dan menurunkan resolusi foto.
- Hindari membuat akun pribadi untuk Anak.
Yuk, lindungi hak anak untuk bisa aman di ruang digital.
Penulis: Diskominfo Jabar



