Hero section image background

Bahaya Digital Overuse Bagi Anak.

Senin, 21 September 2026

Cerdas Digital Sejak Dini

10

Postingan ini dilihat

0

Postingan ini dibagikan

Poster post Bahaya Digital Overuse Bagi Anak.

Digital Overuse atau penggunaan gawai berlebih dapat mengganggu tumbuh kembang anak. Komdigi melalui PP Tunas (PP No. 17 Tahun 2025 Tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik Dalam Perlindungan Anak) memperketat pengawasan platform digital demi melindungi anak dari dampak kecanduan.

Dampak Digital Overuse menurut Data WiFiTalens (2026).

  • Paparan blue light menghabiskan waktu 1,5 jam tidur.
  • Kecanduan layar kurangi 20% interaksi sosial.
  • Kebiasaan cek gadget >150x per hari, ganggu komunikasi dua arah.

"Anak alami keterlambatan bicara atau keterlambatan bahasa ekspresif dan reseptif. Anak juga menjadi lebih cuek, serta kemampuan berkomunikasi dua arah menjadi terlambat." -dr. Bernie Endayani Medse, Sp. A (K), KMPH, Ketua Bidang 3 Ikatan Dokter Anak Indonesia.

Menjaga Keseruan Gadget Tetap Aman.

PP Tunas hadir untuk memastikan ruang digital tetap asyik tanpa risiko kecanduan.

  • Pembatasan akses berbasis usia.
  • Pendekatan risk-based self assessment bagi platform.
  • Perlindungan anak dari konten dan fitur kecanduan.
  • Tanggung jawab platform dalam menciptakan ruang digital aman.

Tips-Tips Digital Balance.

  • Batasi layar >2 jam.
  • Aktif bergerak & gunakan app timer.
  • Rutin detox digital.

 

Penulis: Diskominfo Jabar