
Anak diam bukan berarti aman. Dalam konteks teknologi, diam sering berarti anak tenggelam dalam konten digital tanpa pengawasan.
Menurut UNICEF, anak menghabiskan 4-8 jam setiap hari di depan layer dan 50% anak pernah melihat konten tidak sesuai usia.
Anak 'diam' bukan berarti tenang, bisa jadi overstimulasi digital, focus berlebihan pada layer atau bahkan terpapar konten yang tidak dipahami.
Gadget jadi 'pengasuh kedua', padahal internet bukanlah tempat yang aman untuk anak tanpa pendampingan.
Faktanya, 1,2 juta anak menjadi korban manipulasi gambar deepfake dalam setahun dan hanya 37,5% anak tahu cara aman bermain internet.
Cyberbullying, sulit berkomunikasi langsung, canggung dilingkungan, kurang empati, rendah diri, bahkan menjadi agresif jika telah kecanduan digital.
Sebagai orang tua, hadirlah secara nyata dan duduk Bersama anak. Tanya dan ajak bicara, bukan menghakimi.
Penulis: Diskominfo Jabar



