
Bukan karena lagi error, tapi...
Karena ada jebakan digital yang sengaja dibuat untuk memanipulasi cara AI membaca sebuah website.
Fenomena ini disebut AI Agent Traps.
Peneliti dari Google DeepMind menemukan bahwa agen AI lebih membaca kode dasar dari:
- HTML
- CSS
- Metadata
- Instruksi tersembunyi di balik halaman web
Nah, celah ini dimanfaatkan pelaku untuk "menyisipkan" instruksi atau informasi menyesatkan buat AI
Gimana sih contohya?
Contoh simplenya adalah: Copywriting yang menggiring opini AI
Misalnya membuat teks ambigu, manifulatif, atau penuh kontradiksi yang sengaja dibuat agar AI:
- Salah memahami konteks,
- Bingung memilih fakta,
- Menghasilkan keputusan yang keliru.
AI memang canggih banget, tapi...
Dia tetap punya celah dan kita sebagai pengguna adalah lapisan "pertahanan" terakhir.
Penulis: Diskominfo Jawa Barat



