Setiaji: Tangkal Hoaks dan Digitalisasi, Masih Jadi Isu Krusial

Tanggal : 21 Dec 2020 14:46 WIB | Dibaca : 183 | Kategori : Berita

BANDUNG - Isu krusial yang masih harus dihadapi ke depan adalah masalah hoaks, dan pengembangan digitalisasi program. Hal itu diungkapkan Kadiskominfo Jabar Setiaji, S.T., M.Si saat berkunjung ke redaksi media koran Pikiran Rakyat (PR) di Bandung, Senin (21/12/2020).

"Hoaks masih menjadi isu yang tetap kita akan jalankan, yang kedua berbagai macam program digitalisasi seperti desa digital dan digital lainnya dan yang pasti untuk penghematan perkantoran, seperti kita meminimalisir penggunaan kertas dengan tanda tangan digital" ungkapnya.

Setiaji memaparkan, hoaks di tahun 2020 meningkat. Tercatat hingga jelang akhir tahun ada 7000 kasus yang sudah diklarifikasi oleh Jabar Saber Hoaxks (JSH).

"Yang kita klarifikasi sekarang meningkat jadi 7000 dan 40% berkaitan dengan konflik sementara tahun lalu 60% berkaitan dengan politik ada Pilpres dan lain-lain. Nah tahun ini isunya sebagian besar adalah soal pandemi covid 19" jelas Setiaji.

Upaya yang dilakukan untuk menangkal hoaks menurut Setiaji yang terpenting yaitu literasi masyarakat untuk mencerna dulu informasi, dan jangan sharing sebelum disaring.

"Kita tingkatkan pengetahuan masyarakat bagaimana menangkal hoaks,  lalu counter hoaks juga akan lebih cepat dilakukan JSH" ungkapnya. 

Menyinggung rencana lembaga kehumasan Provinsi Jabar akan berada di bawah Diskominfo, Setiaji menuturkan, hal itu merupakan tugas dan tanggungjawab baru bagi Diskominfo Jabar.

"Tentunya ini merupakan tugas dan tanggung jawab baru bagi Kami untuk bisa lebih mensinergikan program-program yang ada di Jawa Barat dengan berbagai media. Khususnya dalam pentaholic media juga merupakan stakeholder kuat dan peran media akan menjadi lebih sentra lagi ke depan" katanya.

Menurut Setiaji, rencana masuknya lembaga kehumasan dari Setda ke Diskominfo, pihaknya sedang melakukan persiapan baik fungsi dan SDM.

"Di kami harus ditambahkan lagi fungsi kehumasan. Kemudian persiapan sdm-nya terkait dengan tata kerja dan lain sebagainya termasuk informasi tata kelola informasi data dan sebagainya kemudian juga tentunya penganggaran yang tadinya di Biro Humas nanti kita ada di Diskominfo jadi ada berbagai persiapan yang sudah kita lakukan" paparnya.

Setiaji berharap di tahun 2021 lebih banyak lagi program-program pemerintah yang bisa diserap dan bermanfaat untuk masyarakat, dengan bantuan atau kolaborasi dengan media massa. (Pun)

Penulis : Rep Pun

Komentar


Post Terkait