Menilik Agenda Setting Pemerintah Dalam Mencegah Penyebaran Hoaks

Tanggal : 14 Nov 2020 18:20 WIB | Dibaca : 101 | Kategori : Berita

BANDUNG– Perkembangan teknologi informasi hari ini telah menorehkan babak baru yang meluas dan merambah ke segala lini kehidupan. Kemajuan teknologi informasi seolah menjadi fenomena baru yang membudaya.

Namun pada faktanya, dibalik kemajuan teknologi informasi hari ini tersimpan ancaman yang merongrong terhadap tananan kehidupan bermasyarakat, salah satunya dengan bertebarannya kabar keliru alias hoaks.

Di era kemajuan teknologi informasi setiap orang tidak lagi berperan sebagai konsumer (penerima informasi), melainkan bisa berperan sebagai produsen informasi yang dengan mudah bisa dikonsumsi oleh khalayak umum.

“Di era kemajuan teknologi informasi hari ini setiap orang tidak lagi berperan sebagai konsumer, melainkan bisa berperan sebagai produsen informasi yang bisa dikonsumsi oleh khalayak,” ucap Dr. Hj. Diah Fatma Sjoraida, M.Si  disela acara diskusi Ngopi Sore Bareng Jabar Saber Hoaks yang dikemas dalam program Forum Publik TVRI Jawa Barat.

Pada acara Ngopi Bareng Bersama Jabar Saber Hoaks pada Sabtu (14/11/20) ini, Jabar Saber Hoaks mengangkat topik “Agenda Setting Pemerintah Dalam Mencegah Penyebaran Hoaks di Jawa Barat”.

Untuk menggoalkan sebuah produk kebijakan, terdapat ragam strategi yang sedianya bisa diterapkan oleh pemerintah daerah, salah satunya adalah dengan menerapkan praktik agenda setting. 

Dengan strategi agenda setting ini, diharapkan para praktisi humas di institusi pemerintahan dapat menekan laju masifnya penyebaran informasi keliru yang meluas di berbagai lini kehidupan masyarakat.

“Dengan agenda setting, praktisi humas di institusi pemerintahan sedianya dapat menekan laju masifnya penyebaran informasi keliru saat ini,” tutur Depi Agung Setiawan dari Jabar Saber Hoaks yang memandu acara diskusi.

Namun demikian, tentu saja bukan perkara yang mudah bagi pemerintah untuk bisa menerapkan agenda setting, terlebih dalam menyusun satu agenda setting untuk mencegah masifnya penyebaran hoaks. Diperlukan jurus-jurus jitu dalam menyusun agenda setting.

Dalam menyusun agenda setting, lanjut Diah, salah satu hal penting yang harus diperhatikan adalah soal pemilihan narasi yang efektif, dengan tujuan pesan yang disampaikan kepada khalayak dapat diterima dengan utuh.

“Dalam menyusun agenda setting, hal penting yang harus diperhatikan adalah soal pemilihan narasi yang efektif, agar pesan tersampaikan kepada khalayak dapat diterima dengan utuh,” ucap Diah yang sehari-hari bekerja sebagai dosen di Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran ini.

Selain pemilihan narasi yang efektif, dalam penyusunan agenda setting pun perlu memperhatikan kultur masyarakat yang beragam sebagai sasaran. Misalkan saja, kultur warga Kota Bandung dengan warga Kabupaten Bandung terdapat perbedaan.

“Penyusunan agenda setting pun perlu memperhatikan kultur masyarakat, kultur warga Kota Bandung dengan warga Kabupaten Bandung misalnya, itu ada perbedaan,”tegasnya.

Di era kemajuan teknologi informasi saat ini, memanfaatkan teknik agenda setting merupakan salah satu pilihan efektif bagi pemerintah daerah untuk membangun kesadaran masyarakat akan bahaya penyebaran virus hoaks. (Tim JSH)

Penulis : tim Jsh

Komentar


Post Terkait