Menjadi Generasi Yang Bijak Dalam Bermedia Sosial

Tanggal : 31 Oct 2020 17:15 WIB | Dibaca : 147 | Kategori : Berita

BANDUNG – Dalam menghadapi tantangan pesatnya laju perkembangan informasi saat ini, maka sedianya para generasi muda perlu mendapatkan wawasan tentang perkembangan digitalisasi informasi guna terhindar dari terpaan kabar keliru (hoaks). 

Pada acara Ngopi Bareng Bersama Jabar saber Hoaks yang dikemas dalam program Forum Publik TVRI Jawa Barat, Sabtu (31/10/20), Jabar Saber Hoaks mengangkat tema peran generasi muda yang bijak dalam bermedia sosial.

Tommy Sutami dari Jabar Saber Hoaks memaparkan, kehadiran berbagai platform media sosial dalam perkembangan teknologi informasi hari ini membuat komunikasi masyarakat menjadi lebih mudah dan praktis. Namun, dibalik kemajuan tersebut apakah beragam media sosial yang ada layak dijadikan rujukan sumber inforamsi yang tepat?.

“Kehadiran berbagai platform media sosial dalam perkembangan teknologi informasi hari ini membuat komunikasi masyarakat menjadi lebih mudah dan praktis,” ucap Tommy.

Sementara itu, Alfianto Yustinova (Social Media and Fact Checker Jabar Saber Hoaks) yang menjadi narasumber dalam sesi diskusi itu menggambarkan, jika kondisi masyarakat hari ini cenderung lebih suka cepat menyebarkan informasi yang ia terima tanpa terlebih dahulu mengecek (konfirmasi) kevalidan data dalam informasi tersebut.

"Kondisi masyarakat hari ini cenderung lebih suka cepat menyebarkan informasi, tanpa mengecek (konfirmasi) kevalidan data dalam informasi tersebut," tegas Alfianto.

Lebih lanjut Alfianto menyebut, terdapat beberapa kiat yang dapat membantu kita dalam mengidentifikasi informasi di media sosial, diantaranya adalah dengan selalu mengecek judul berita.

"Untuk membantu kita dalam mengidentifikasi informasi di media sosial, diantaranya dengan selalu mengecek judul berita," tegas Alfianto.

Kemudian langkah selanjutnya adalah memastikan berita yang kita baca berasal dari sumber yang tepercaya, serta mengecek keseluruhan isi berita. Berita palsu biasanya menyertakan sumber yang terlihat kredibel, seperti tips kesehatan dari dokter terkenal. 

Lebih lanjut Alfianto mengatakan, saat mendengar atau membaca informasi, fenomena dari perilaku atau respon netizen di media sosial hari ini sangatlah beragam, contohnya bagaimana perilaku para netizen dalam menyikapi beredarnya informasi mengenai virus corona.

Fenomena keragaman sikap netizen tersebut dapat dikelompokan kedalam beberapa tipe, diantaranya: tipe panik, tipe santuy, tipe money seeker, tipe penyebar hoaks, dan tipe waspada. 

Pemuda merupakan jembatan dalam keberlangsungan laju pembangunan di suatu negara. Sebagaimana yang diucapkan oleh Presiden pertama Republik Indonesia, Bung Karno “Beri aku 1.000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda niscaya akan kuguncangkan dunia”. (JSH/Depi Agung Setiawan)

Penulis : JSH/Depi Agung Setiawan

Komentar


Post Terkait