JSH Dorong Peningkatan Literasi Digital untuk Tangkal Penyebaran Hoaks

Tanggal : 28 Oct 2020 14:00 WIB | Dibaca : 205 | Kategori : Berita

BANDUNG - Jabar saber Hoaks atau JSH menyampaikan sejumlah materi kepada masyarakat komunitas masjid terkait upaya menghindari penyebaran berita hoaks.

Acara berlangsung untuk di Masjid At-taqwa, Desa Rancakole RT 001/ RW 004, Jalan  Ancol Mekar,  Kecamatan  Arjasari Kabupaten Bandung, Jabar , Rabu (28/10/2020).JSH hadir bersama dengan Syubban Bandung Selatan menggelar forum diskusi dan sharing dengan mengusung tema "Literasi Digital Tangkal Berita Hoaks."

Surya dari Syubban Bandung mengapresiasi sosialisasi yang dilakukan oleh JSH. 

"Kami pihak Syubban Bansel mengucapkan banyak terimakasih kepada pihak JSH yang berkenan berbagi ilmu mengenai literasi digital, agar kami dapat lebih bijak lagi dalam menggunakan media sosial," katanya.

Sesepuh Syubban Bansel,  Ust.  Nandang menambahkan bahwa literasi atau tingkat kemampuan membaca menjadi bekal umat muslim dalam menghadapi maraknya informasi di era digital saat ini.

"Belajar literasi digital merupakan sebuah keharusan bagi kita sebagai muslim. Hal tersebut supaya sebagai umat Islam kita tetap dapat menyaring berbagai informasi yang datang agar kita tidak mudah percaya hoaks.  Karena dampak dari hoaks itu sangat buruk sekali terutama untuk perpecahan umat," ujarnya.

Wakil Koordinator JSH Ganjar Darusalam dalam paparanya memperkenalkan secara singkat fungsi dan peran JSH.

"Jabar Saber Hoaks adalah lembaga yang dibentuk pemerintah Jawa Barat untuk menanggulangi permasalah hoaks dalam masyarakat. Bapak Ridwan Kamil selaku Gubernur Jawa Barat sangat berharap melalui adanya Jabar Saber Hoaks, mampu mengedukasi masyarakat agar tidak mudah percaya dan menyebarkan hoaks.  Oleh karena itulah,  Jabar Saber Hoaks hadir ditengah-tengah masyarakan memberikan pecerdasan agar masyarakat menjadi lebih waspada terhadap datangnya berbagai berita yang datang silih berganti setiap hari di smartphone kita," jelasnya.

Pada sesi diskusi, Depi Agung Setiawan menyampaikan data-data terkait pengguna media sosial di Indonesia dimana Jawa Barat merupakan provinsi dengan pengguna media sosial terbanyak di Indonesia.

Depi  menjelaskan bahwa untuk menyikapi derasnya Informasi literasi digital merupakan suatu keharusan. Karena deras informasi rawan terhadap berita hoaks. 

"Setiap menerima informasi yang datang kepada kita melalui media sosial, sebaiknya selalu mengonfirmasi atau bertabayyun, agar mengetahui segala kebenarannya secara utuh. Sedini mungkin kita harus melatih diri tidak mudah percaya terdapat hoaks," jelas Depi. 

Setelah menyampaikan materi, selanjutnya kegiatan diskusi diakhiri oleh pemateri dengan memberikan pelatihan singkat mengenai check fakta berita online secara  mandiri. Jo

Penulis : rep jo

Komentar


Post Terkait