Pentingnya Sebuah Data di Masa Pandemi Ini

Tanggal : 27 Oct 2020 10:23 WIB | Dibaca : 120 | Kategori : Berita

KOTA BANDUNG - Pendemi Covid-19 menjadi pelajaran sangat berharga bagaimana sebuah data sangat penting dalam pengelolaan data khususnya yang berkaitan dengan Covid. Demikian dikemukakan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Jawa Barat, Setiaji, saat membuka Statistika Webinar Series #2, Selasa (27/10/2020).

Menurut Setiaji, pengelolaan data merupakan salah satu alat penting dalam perencanaan dan menentukkan arah kebijakan kedepan sebuah lembaga maupun institusi baik swasta maupun pemerintah.

“Pengelolaan data yang keliru tentunya akan menghasilkan kebijakan yang keliru,” kata Setiaji, dalam Webinar yang mengambil tema “Membuat Visualisasi Data Yang Menarik,”.

Karenanya Setiaji menegaskan, dalam pengolahan data diperlukan kemampuan data dengan baik untuk menampilkannya dalam bentuk yang mudah dipahami, yang tentunya bukan hanya dari sisi pemilihan warna dan pemilihan latar belakang tetapi yang paling penting adalah pada saat pemilihan grafis.

“Kita tahu banyak sekali grafis-grafis sekarang yang sudah berkembang dan pasti memiliki arti dan makna dari grafis-grafis tersebut. Sekarang sudah berkembang tools yang sangat memudahkan dibanding sebelumnya agak sulit saat akan menyajikan informasi penting,” tuturnya.

Setiaji menyatakan, bahwa informasi yang disampaikan harus jelas dan mudah dipahami, apalagi harus disajikan secara menarik dan paling penting adalah mudah diakses dan dipakai, yang tentunya ini akan menjadi tantangan.

“Dengan berkembangnya open data juga satu data, tentunya ini menjadi tuntutan bagaimana bisa menyajikan informasi secara cepat namun juga tetap memperhatikan data yang valid dan kemudian tentunya terpercaya,” ujarnya.

Selain itu menurut Setiaji, bagaimana data tersebut bukan hanya bisa dinarasikan tetapi juga bisa dipahami oleh seluruh masyarakat sehingga bisa menghindari pemahaman ganda, dimana saat ini banyak sekali sebenarnya data-data yang tersebar.

“Bagaimana susahnya mencari data padahal data ada dimana-mana tapi pas dicari entah kemana, itu tantangan kita sebagai pemilik data,” imbuhnya.

Setiaji menambahkan, dengan adanya Perpres no 39 tahun 2019 tentang satu data Indonesia dan juga peraturan BPS no 4 tahun 2019, tentunya akan lebih menguatkan persepsi mengenai pentingnya akurasi, validasi data.

“Pengolah dan penyaji data akan menjadi pihak yang menentukan arah kebijakan, sudah saatnya informasi pemerintah memberikan informasi cepat,” katanya.

Setiaji berharap, dengan webinar ini sebagai sebuah pembelajaran untuk menjadikan informasi data lebih cepat, beragam dan menarik namun tetap valid dan tentunya memperhatikan azas-azas tranparan.

“Ini menjadi awal baik bagi kita semua dalam menjadikan Jawa Barat yang lebih informatif dan inovatif. Peserta bisa memperoleh manfaat bagi pengembangan pengetahuan, pemahaman serta menjadikan Jabar Juara di semua aspek,” pungkasnya. (Parno)  

Penulis : Rep No

Komentar


Post Terkait