Hoaks Berpotensi Menimbulkan Sikap Radikalisme

Tanggal : 15 Oct 2020 16:15 WIB | Dibaca : 4 | Kategori : Berita

KOTA BANDUNG- Sebagai upaya preventif terhadap potensi tumbuhnya gerakan radikalisme dan terorisme, Kepolisian Daerah Provinsi Jawa Barat menggelar acara pembinaan dan penyuluhan (Binluh) kepada masyarakat tentang antisipasi radikalisme dan terorisme dalam rangka peningkatan harkamtibmas di wilayah hukum Polda Jabar.

Acara yang didukung oleh PT. Pertamina itu digelar di Depot Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Ujung Berung, Bandung dengan menghadirkan karyawan Pertamina, organisasi kemasyarakatan dan masyarakat umum.

Wakil Direktur Binmas Polda Jabar, AKBP Mohammad Rois mengatakan, kekerasan yang terjadi di tengah masyarakat akan merugikan banyak pihak, karemanya di setiap wilayah diharapkan ada kelompok masyarakat yang peduli, tangguh serta memiliki kekebalan terhadap potensi gerakan rasialisme dan terorisme.

“Idealnya, dalam satu wilayah itu ada kelompok masyarakat yang peduli, tangguh, juga memiliki kekebalan terhadap gerakan rasiali dan terosisme,“ kata Rois, saat membuka binhul d Depot TBBM, Ujung Berung, Kamis (15/10/2020).

Rois mengajak seluruh komponen masyarakat Jawa Barat untuk bisa tanggap terhadap potensi gerakan radikalisme dan terorisme di lingkunganya masing-masing.

Sementara itu,  Depi Agung Setiawan, mewakili Jabar Saber Hoaks (JSH) mengatakan, bahwa kondisi penyebaran kabar keliru (hoaks) saat ini sangat berpotensi terhadap munculnya gerakan radikalisme dan terorisme di tengah masyarakat.

“Hoaks berpotensi terhadap tumbuhnya sikap radikal di kelompok masyarakat,” jelasnya.

Depi menyatakan, untuk mencegah meluasnya narasi-narasi radikal di kanal-kanal media sosial, masyarakat harus melawannya dengan membangun strategi kontra-narasi atau narasi alternative yang mengkampanyekan pentingnya merawat nilai-nilai kemajemukan dan kebhinekaan dalam tatanan Negara demokrasi.

“Dalam Negara demokrasi, mengkampanyekan narasi nilai-nilai kemajemukan dan kebhinekaan adalah sangat penting,” ucapnya.

Hal yang samanjuga dikemukakan FT Manager Petamina Bandung Group, Jefri Makahekung. Menurutnya fenomena radikalisme di Indonesia hingga hari ini masih menjadi perbincangan yang menarik dan terus menghangat serta masih menjadi masalah serius bagi banyak kalangan. 

"Saya harap, dengan  adanya binhul ini kemajemukan bangsa ini akan selalu terawat," ujarnya. (Parno)

Penulis : rep no

Komentar


Post Terkait