Pandemi Covid-19 Momentum Tingkatkan Kemampuan Humas

Tanggal : 07 Oct 2020 12:57 WIB | Dibaca : 3 | Kategori : Berita

KOTA BANDUNG- Situasi saat ini Indonesia khususnya daerah kota dan kabupaten masih berjuang dalam rangka untuk menghadapi Covid-19 dan disisi lain perkembangan teknologi semakin cepat bahkan saat ini sangat tergantung dengan teknologi.

Menurut Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Jawa Barat, Setiaji, saat ini penggunaan media sosial (medsos) telah digunakan oleh sekitar 50 persen dari jumlah penduduk Indonesia, seperti Instragram, FB maupun WA.

"Sekitar 160 juta penduduk Indonesia saat ini menggunakan medsos seperti Instagram, FB maupun WA," kata Setiaji, saat membuka Webinar Government Public Relations Menghadapi Era 4.0, Rabu (07/10/2020).

Menurut Setiaji, peningkatan jumlah penduduk yang menggunakan medsos ini menjadi sebuah tantangan dan juga peluang bagi Dinas Komunikasi dan Infromatika, khususnya pranata humas atau pelaku humas agar bisa menggunakan dan manfaatkan momentum ataupun peluang yang dihadapi saat ini.

"Nah tentunya pemberitahuan yang saat ini dijalankan kurang, penyelenggaraan pelayanan pemerintahan bukan hanya dari sisi pelayanan publiknya tetapi juga dari keterbukaan seperti mudah diakses transparan," ucapnya.

Setiaji mengatakan, sebagai aparat pemerintahan keterbukaan informasi ini sangat penting khususnya di era pandemi Covid-19 ini, dimana diperlukan keterbukaan yang lebih luas bukan hanya dari sisi kesehatan tetapi juga ekonomi seperti bantuan sosial (bansos).

"Berdasarkan Perkemenkominfo No 12 tahun 2012 tentang standar kompetensi  tentang pranata humas, masyarakat harus dapat memperoleh akses informasi yang memadai sehingga memungkinkan mereka untuk berperan dalam proses pembangunan," katanya.

Setiaji menyatakan, semakin pemerintahannya transparan maka akan semakin mendorong masyarakat untuk terjun aktif dalam pembangunan dan tentunya sebagai humas di setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) ataupun juga di pemerintahan, ketersediaan informasi tentunya harus yang mudah baik dari sisi akses maupun mudah dipahami oleh masyarakat.

"Jadi pandangan kita tentunya harus dimiliki oleh pandangan masyarakat. Kita membuat informasi tentunya bukan dari prespektifnya pemerintah tetapi juga dari masyarakat," imbuhnya.

Menurut Setiaji, tantangan yang dihadapi oleh pranata humas berikutnya adalah terkait dengan digitalisasi yang saat ini rendah serta tantangan bagaimana kita bisa menyiapkan informasi yang mudah dan dipahami oleh masyarakat dalam memberikan informasi.

"Ada orang-orang yang menggunakan informasi tersebut untuk kepentingan- kepentingan tertentu, seperti menyebarkan hoaks atau berita bohong yang justru mudah cepat viral dibandingkan berita-berita yang disampaikan oleh pemerintah. Tentunya trik atau bagaimana kita bisa mengemas informasi yang lebih mudah dimengerti oleh masyarakat," ujarnya. (Parno)

Penulis : Rep No

Komentar


Post Terkait