JSH: Infodemi Sama Bahayanya dengan Pandemi

Tanggal : 03 Oct 2020 16:04 WIB | Dibaca : 4 | Kategori : Berita

BANDUNG - Jabar Saber Hoaks (JSH) mewanti-wanti masyarakat agar tidak terkena infodemi di tengah pandemi covid 19. Admin Sosial Media JSH Depi Agung Setiawan menuturkan, berdasar penelitian PBB, infodemi itu sama bahayanya dengan pandeminya itu sendiri. Hal itu diungkapkan Depi dalam acara Forum Publik yang tayang di TVRI Jawa Barat, Sabtu sore (3/10/2020).

"Infodemi itu suatu gejala informasi yang masiv tentang suatu fenomena. Contohnya seperti fenomena pandemi covid 19 ini. Begitu banyak kan informasi yang beredar tentang covid yang harus ditelusuri kebenarannya" kata Depi.

Menurut Depi, berdasarkan penelitian bila orang terkena infodemi ini, gejalanya mirip dengan orang yang terkena covid 19.

"Seperti meriang atau panas dingin dan lain-lain. Itu uniknya, mereka yang terkena infodemi ini gejalanya hampir mirip dengan orang yang terkena covid" ungkapnya.

Sayangnya, Depi menjelaskan, masyarakat memang tidak memiliki perangkat khusus untuk membendung infodemi itu, karena sulit mengklarifikasi kebenaran sebuah informasi.

"Salah satu solusinya adalah dengan menggunakan google search dengan kata kunci yang diambil dari informasi tersebut. Tapi ingat, google search itu bukan untuk mencari keberan, tetapi mencari informasi perbandingan dari media-media mainstream dan kredibel, jika ingin mengetahui sebuah informasi itu valid atau tidak. Atau silahkan hubungi kami di JSH" ujar Tommi Sutami, admin media sosial JSH yang lain.

Contoh dari infodemi yang sedang viral saat ini adalah informasi atau adanya broadcast tentang ajakan para ulama jangan mau menggunakan obat atau vaksin covid, karena itu buatan PKI.

"Naah itu kan berkaitan dengan bulan ini September peringatan peristiwa kelam G30S PKI" ujar Tommi.

Dalam bincang-bincang yang dikemas santai itu Depi Agung Setiawan juga menyampaikan data dari berbagai lembaga reset seperti Asosiasi Pengusaha Jasa Internet (APJI) tentang jumlah oengguna internet di Indonesia.

"Dari sekitar 270 juta jiwa penduduk Indonesia, 160 juta di antaranya atau 59 persennya adalah pengguna internet. Dari 160 juta itu, sebagian besar berada di pulau Jawa, dan Jawa Barat menjadi pengguna terbanyak" pungkasnya. (Pun)

Penulis : rep pun

Komentar


Post Terkait