Sertifikat Elektronik, Proses Tanda Tangan Menjadi Lebih Mudah dan Aman

Tanggal : 26 Jun 2020 19:28 WIB | Dibaca : | Kategori : Berita

Bandung - Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Jawa Barat melalui Bidang Persandian dan Keamanan Informasi penyelenggara kegiatan Sosialisasi Penerbitan Sertifikat Elektronik (SE) ke Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Barat yang berlangsung di lingkungan Disnakertrans Provinsi Jawa Barat, Jl. Soekarno-Hatta 532 Bandung, Jumat (26/06/2020).

Dalam Undang-undang Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, dijelaskan bahwa definisi dari sertifikat elektronik yang memuat tanda tangan elektronik dan identitas yang menunjukan status subjek hukum para pihak dalam Transaksi Elektronik yang dikeluarkan oleh Penyelenggara Sertifikat Elektronik.

Berdasarkan Peraturan Gubernur Jawa Barat Nomor 22 Tahun 2018, tentang Pemanfaatan Sertifikat Elektronik di Lingkungan Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat, Pemanfaatan Sertifikat Elektronik ini dimaksudkan untuk mendukung sistem pemerintahan berbasis elektronik (e-government) yang aman. 

Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Barat, melalui Bidang Persandian dan Keamanan Informasi telah bekerjasama dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) dan Balai Sertifikasi Elektronik (BSrE), berperan sebagai pengelola pendaftaran penyelenggara Sertifikat Elektronik.

Sertifikat Elektronik dinilai dapat mempermudah pekerjaan karena dapat dilakukan dimanapun, kapanpun, dan prosesnya cukup menghemat waktu. 

Tiomaida Seviana HH.,SH.,M.A.P selaku Kepala Bidang Persandian dan Keamanan Informasi Diskominfo Jabar menceritakan pengalamannya betapa membantunya proses tanda tangan elektronik yang dilakukan. 

"Sebagai ilustrasi, kebetulan kami membuat 11 surat yang harus ditandatangani, sedangkan pada saat itu Bapak Kadis Kominfo sedang ada urusan ke Yogyakarta, Pak Sekdis sedang ada rapat tapd, lalu ada yang lagi wfh juga, dan ada yang bertugas di luar kantor. Jadi ya dengan keadaan seperti itu kita memanfaatkan aplikasi e-sign (tanda tangan elektronik), sehingga semuanya bisa terselesaikan, mungkin tidak nyampe sejam kali ya tanda tangan elektronik itu bisa tersampaikan, kemudian dapat disebarkan kepada pihak-pihak yang berkepentingan," ungkapnya.

Dari sisi keamanan, penggunaan sertifikat elektronik pun dinilai cukup aman karena tanda tangan elektronik lebih terjamin. Resiko pemalsuan tanda tangan pun bisa ditekan karena dalam tanda tangan tersebut hanyalah dicantumkan nama dan nip saja.

Menurut Tiomaida, jika terdapat perubahan data oleh yang tidak berhak dalam proses tandatangan elektronik, maka penerima dokumen dapat dengan mudah mengetahui perubahan tersebut. 

"Keaslian dalam tandatangan elektronik ini tentunya dapat diverifikasi," jelasnya.

Dalam kegiatan tersebut Tiomaida memberikan penjelasan secara rinci bagaimana cara kerja tanda tangan elektronik tersebut diikuti dengan pengarahan untuk proses penerbitan sertifikat elektronik kepada 50 orang pejabat struktural Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Barat. 

Penulis : Admin

Komentar


Post Terkait