Medsos Pemerintahan Harus Efektif, Informatif, Berkualitas dan Akurat.

Tanggal : 12 Mar 2020 11:02 WIB | Dibaca : | Kategori : Berita

KARAWANG - Saat ini media sosial menjadi salah satu dari saluran pemerintah dalam menyampaikan informasi yang cepat dan akurat kepada masyarakat. Namun disisi lain pengelola media sosial di pemerintahan masih banyak yang belum mampu mengimbangi membanjirnya informasi yang masif dari berbagai saluran informasi diluar pemerintahan. 
 
Untuk meningkatkan kemampuan pengelola media sosial pemerintahan, maka Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Jawa Barat (Jabar) menggelar kegiatan workshop strategi pengelolaan medsos Pemerintahan, di Hotel Novotel Karawang, Rabu (12/03/2020).
 
Kepala Bidang IKP Diskominfo Jabar Lovita Adriana menyebutkan workshop ini diikuti sedikitnya 120 orang peserta yang berasal dari 30 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di jabar dan 13 Dinas Kominfo Kabupaten dan Kota di Jabar.
 
"Workshop dilakukan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan pengelolaan medsos di lingkup OPD Jabar terutama dalam menyebarkan informasi penting melalui kanal resmi milik pemerintah," ujarnya.  Workshop ini dilaksanakan sesuai Pergub Jabar No 29/2019.
 
Sementara Sekretaris Dinas Kominfo Jabar Gilang Syailendra mengatakan dalam mengelola medsos milik pemerintah, pengelolanya terutama ASN harus sangat berhati-hati, terutama dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.
 
"Medsos yang dikelola pemerintah juga harus independent dalam menyikapi mulai maraknya Pilkada di Jabar saat ini. Jangan sampai berafiliasi pada calon tertentu," tegasnya.
 
Sekretaris Diskominfo Jabar Gilang Syailendra mengatakan sudah ada SKB 11 instansi atau menteri untuk penguatan kebangsaan ASN, dimana didalamnya memuat 10 poin larangan bagi ASN dalam ber-medsos. 
 
"SKB ini wajib dibaca pengelola medsos pemerintahan, untuk berjaga-jaga dan hati-hati dalam mengelola medsos, termasuk memberikan cuitan bahkan sekedar like. Termasuk juga medsos milik pribadi para ASN, jangan sampai terpapar dan terpantau radikalisme," tegasnya.
 
Menjelang Pilkada, ia menegaskan ASN wajib menjaga sikap netral termasuk postingan dalam medsos. 
 
"Saat ini hampir semua pemda memiliki akun medsos masing-masing. Yang harus dipertajam adalah meningkatkan produktifitas tayangan yang mendukung informasi. Medsos harus efektif, informatif, berkualitas dan akurat.  Harus menjangkau masyarakat luas caranya dengan membuat bahasa yang sederhana sehingga mudah dipahami," tegasnya. 
 
Hadir juga dalam acara tersebut Sekretaris Diskominfo Karawang Sri Mulyani.  jo
Penulis : Admin

Komentar


Post Terkait