Komitmen Berantas Hoaks, Jabar Saber Hoaks Perkuat Manajemen

Tanggal : 08 Jan 2020 19:00 WIB | Dibaca : | Kategori : Berita

Bandung–Dinamika perkembangan informasi pada era digitalisasi abad ini terus melaju kian cepat. Pergeseran budaya komunikasi telah menciptakan tatanan sosial baru di berbagai lini kehidupan.

Dalam tatanan kehidupan manusia itu sendiri, informasi berfungsi sebagai sumber pengetahuan baru, menghapus ketidakpastian, sebagai sumber berita, sosialisasi kebijakan, mempengaruhi khalayak, serta berfungsi untuk menyatukan pendapat.

Arus penyebaran informasi atau berita yang serba cepat (instan), tentunya disatu sisi telah memberikan kemudahan bagi manusia sebagai penunjang kelangsungan kehidupan. Namun pada sisi lainnya, derasnya informasi hari ini telah menciptakan masalah baru, diantaranya bertebarannya kabar palsu alias hoaks.

Memasuki awal tahun 2020, unit kerja Jawa Barat Sapu Bersih Hoaks (Jabar Saber Hoaks) tetap berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada warga Jawa Barat dalam menangkal penyebaran hoaks. Komitmen tersebut dibuktikan melalui upaya penguatan manajemen.

Penguatan manajemen difokuskan pada dua hal. Pertama penguatan pada struktur organisasi unit kerja, kedua penguatan pada operational standard (SOP). Terobosan tersebut merupakan inovasi yang diselaraskan dengan visi Jabar Saber Hoaks sebagai unit khusus dalam mengklarifikasi informasi, pencegahan dan edukasi pencegahan hoaks yang profesional, dinamis dan tangguh.

Inovasi tersebut didasarkan pada hasil evaluasi di tahun 2019. Disamping kian dinamisnya bentuk serta motif penyebaran hoaks saat ini, sikap dan kepedulian masyarakat pun akan bahaya hoaks masih lemah.

Koordinator Jabar Saber Hoaks, Retha Rahadian Aquila mengatakan, berdasarkan evaluasi dari tahun 2019 penguatan unit kerja Jabar Saber Hoaks adalah rasionalisasi yang diharapkan akan menjadi solusi dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat Jawa Barat.

“Ini rasionalisasi dari evaluasi tahun 2019, kita (Jabar Saber Hoaks) dipandang perlu untuk menata-kelola manajemen unit kerja, guna meningkatkan layanan kepada masyarakat Jabar,” tegasnya.

Pencegahan dan edukasi literasi digital, lanjut Retha, akan mendapat perhatian lebih dalam paket program kerja Jabar Saber Hoaks di tahun 2020. Disamping pengembangan kolaborasi dengan berbagai stakeholders dalam rangka menyokong program akselerasi dan inovasi Pemerintah Provinsi Jawa Barat sebagai digital province.

“Kolaborasi dengan berbagai stakeholders pun akan lebih difokuskan. Ini untuk menyokong program akselerasi dan inovasi Pemerintah Provinsi Jawa Barat,” pungkas pria yang baru saja didaulat untuk menahkodai Jabar Saber Hoaks.

Untuk lebih mengefektifkan peran dan fungsi Jabar Saber Hoaks, pada struktur unit kerja pun dikembangkan beberapa divisi baru, seperti Divisi Pencegahan dan Edukasi serta Divisi Research and Development Program. (Depi Agung Setiawan, Social Media Officer-Jabar Saber Hoaks)

Penulis : Admin

Komentar


Post Terkait