Jabar Saber Hoaks Sosialisasikan Pencegahan Hoaks di Kabupaten Bandung Barat

Tanggal : 23 Dec 2019 17:00 WIB | Dibaca : | Kategori : Berita

KBB – Bertempat di Kecamatan Ngamprah Kabupaten Bandung Barat (KBB), unit kerja Jabar Saber Hoaks sosialisasikan pencegahan hoaks. Acara yang digelar pada Senin (23/12) itu diikuti oleh unsur Aparatur Sipil Negara di lingkungan pemerintah daerah KBB, dari kelompok perempuan pegiat sosial kemasyarakatan, Karang Taruna, kelompok informasi masyarakat (KIM), Karang Taruna, ormas, LSM, dan dari unsur lainnya. 

Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Barat, Dedi Dharmawan, SH, MM dalam sambutannya mengatakan disamping ada manfaat positif dari kemajuan digitalisasi informasi hari ini, namun juga tersimpan sisi negatif – salah satunya masifnya penyebaran hoaks.
“Kemajuan digitalisasi informasi banyak manfaat positif, namun juga tersimpan sisi negatif – salah satunya penyebaran hoaks’, katanya.

Lebih lanjut Dedi berharap, melalui kegiatan sosialisasi ini, masyarakat di KBB dapat teliti dan kritis terhadap setiap informasi yang menyebar di ruang media sosial. Sedianya, mengelola konten di media sosial itu lebih penting dari pada mahalnya harga gadget yang kita miliki.

“Yang lebih penting itu isi kontennya, bukan mahalnya gadget (handphone) yang kita miliki”, pungkasnya.

Sementara itu, Managing Editor Harian Pikiran Rakyat Deni Yudiawan, dalam sesi pemaparan sosialisasinya menegaskan, bahwa sangatlah penting bagi kita untuk selalu menjaga akun-akun yang kita miliki agar terhindar dari pihak-pihak tidak bertanggungjawab (hacker) untuk disalahgunakan. 

Salah satu cara dalam merawat akun-akun yang kita miliki, yakni dengan rajin memperbaharui kata kunci atau password akun-akun kita. Buatlah password kita dengan kombinasi huruf dengan angka yang sulit ditebak orang lain. 

Selain memaparkan materi, Deni yang juga merupakan trainer bersertifikasi Google itu memberikan materi simulasi untuk mengecek satu informasi dengan melibatkan seluruh peserta.

“Metode simulasi ini penting, agar materi yang disampaikan dapat lebih dipahami oleh para peserta”, ujarnya.

Sementara itu, Alfianto Yustinova dari Jabar Saber Hoaks mengatakan, bahwa kerterlibatan para pihak untuk turut serta dalam memerangi penyebaran virus hoaks sangatlah penting. Jabar Saber Hoaks tidak mungkin mampu memberantas penyebaran hoaks dengan sendiri, namun perlu kolaborasi dengan multi-stakeholders.

“Kerterlibatan para pihak dalam memerangi hoaks sangatlah penting. Jabar Saber Hoaks tidak mungkin berdiri sendiri dalam memerangi hoaks”, tegasnya.

Yuli, salah satu peserta dari Karang Taruna mengatakan, bahwa sosialisasi ini sangat bermanfaat, khususnya bagi kalangan milenial seperti pegiat Karang Taruna.

Karang Taruna, lanjut Yuli, siap berkolaborasi dengan Jabar Saber Hoaks Dalam memerangi penyebaran hoaks khususnya di KBB.

"Kami siap berkolaborasi dengan Jabar Saber Hoaks dalam memerangi hoaks, khususnya di KBB", ucapnya.

Sosialisasi yang mengusung tema “Cek Fakta, Baru Bicara” itu bertujuan untuk memperkuat pemahaman masyarakat di KBB tentang ciri-ciri hoaks, termasuk potensi bahaya yang ditimbulkan akibat hoaks. (*Depi Agung Setiawan, Social Media Officer-Jabar Saber Hoaks)

Penulis : Admin

Komentar


Post Terkait