JSH dan MLD Hadir d CFD Garut

Tanggal : 10 Nov 2019 19:10 WIB | Dibaca : | Kategori : Berita

KAB. GARUT- Pengguna internet di Indonesia tahun 2019 tercatat mengalami peningkatan, berdasarkan hasil studi Polling Indonesia bersama Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), jumlah pengguna internet di Indonesia tumbuh 10,12 persen dibanding 2018.

Dari total populasi sebanyak 264 juta jiwa penduduk Indonesia, ada sebanyak 171,17 juta jiwa atau sekitar 64,8 persen yang sudah terhubung ke internet.

Dari seluruh pengguna internet di Indonesia, mayoritas yang mengakses dunia maya adalah masyarakat dengan rentang usia 15 hingga 19 tahun dengan rentang waktu selama 8 jam sehingga konten-konten yang beredar di Internet harus lebih diawasi.

Karenanya untuk memberikan pemahaman dan pembelajaran kepada masyarakat terkait penggunaan internet sehat dan hoaks atau berita tidak benar yang saat ini banyak beredar di sejumlah media, khususnya media sosial, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Jawa Barat secara intens melakukan sosialisasi ke kota dan kabupaten di Jawa Barat.

Dan untuk hari ink, Minggu (10/11), sosialisasi dilakukan di area Car Free Day (CFD) di sekitar Alun-Alun Kabupaten Garut, dengan menggunakan Mobil Layanan Diskominfo (MLD) dan Tim Jabar Saber Hoaks (JSH) langsung kepada masyarakat.

Menurut Kepala Divisi Klarifikasi dan Diseminasi Tim Jabar Saber Hoaks (JSH) Alfianto Yustinova, dampak berkembangnya digitalisasi informasi saat ini adalah tsunami informasi yang sulit dibendung, salah satunya dengan merebaknya berita bohong atau hoaks di media sosial. 

Hoaks telah menjadi perhatian serius, karena dampaknya yang signifikan terhadap tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara," kata Alfianto, 

Alfianto menyatakan, disinformasi dapat memecah belah kerukunan, timbulnya ujaran kebencian (hate speech), karenanya sebagai masyarakat informasi di tengah pusaran arus global, masyarakat harus mampu bersikap kritis serta cerdas dalam menerima serta memperlakukan informasi.

"Upaya penanggulangan penyebaran hoaks adalah tanggungjawab bersama, pemerintah, masyarakat, dunia usaha, komunitas dan pemangku kepentingan lainnya dengan harapan masyarakat semakin kritis dan cerdas dalam setiap menerima informasi, selalu chek dan rechek atau tabayyun guna tidak terjebak oleh hoaks," pungkasnya. (Parno) 

Penulis : rep-no

Komentar


Post Terkait