Setiaji : Hindari Ancaman dan Risiko Keamanan Informasi

Tanggal : 10 Sep 2019 18:21 WIB | Dibaca : | Kategori : Berita

KARAWANG-Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Barat, Setiaji, mengatakan bahwa Diskominfo sebagai perangkat daerah yang bertugas melaksanakan urusan pemerintahan bidang komunikasi dan informatika, statistik dan persandian harus peduli terhadap keamanan aset informasi yang dimilikinya, seperti aplikasi e-government, aplikasi pelayanan publik, data center dan infrastruktur jaringan pendukungnya, serta aset-aset TI lainnya agar terhindar dari ancaman dan risiko-risiko keamanan informasi.

Hal ini dikatakannya pada acara Pelatihan Penetration Testing Diskominfo se-Jawa Barat yang diselenggarakan di Hotel Resinda Kabupaten Karawang, Selasa (10/9).

"Risiko-risiko tersebut harus diidentifikasi, baik dari sumber kelemahan (vulnerability), ancaman (threat), maupun dampaknya (impact) bagi penyelenggaraan pemerintah dan layanan publik di lingkungan pemerintah," ucap Setiaji.

Setiaji mengatakan bahwa Penetration testing (pentest) merupakan sebuah kegiatan pengujian sebuah sistem atau aplikasi. Kegiatan pengujian ini dilakukan untuk mengetahui apakah sistem keamanan yang terdapat pada sistem atau aplikasi mempunyai celah sehingga dapat segera diperbaiki dengan melakukan patch atau penambalan sehingga sistem keamanan yang terdapat pada suatu sistem atau aplikasi tersebut menjadi semakin kuat. 

"Selain melakukan pengujian, kegiatan pentest juga melakukan dokumentasi sistem keamanan dari sistem atau aplikasi yang akan dilakukan pentest untuk selanjutnya dibuatkan laporan atau report," jelasnya.

Setiaji berharap, melalui pelatihan ini, para peserta dapat berupaya bersama memberikan dampak positif dalam penguatan sistem manajemen keamanan informasi di provinsi Jawa Barat.

Penulis : Admin

Komentar


Post Terkait

Tinggalkan Komentar :


Ketik ulang karakter dari gambar:
Reload the CAPTCHA codeSpeak the CAPTCHA code
 

No Comments Results.