"Setiap Perangkat Daerah Perlu Membangun Mekanisme Internal Dalam Penyelenggaraan Statistik Sektoral"

Tanggal : 21 Dec 2017 15:00 WIB | Dibaca : | Kategori : Berita

BANDUNG-Dibutuhkan sebuah mekanisme yang dibangun di internal masing-masing Perangkat Daerah agar data-data bisa terkumpul sampai akhir tahun 2017 ini. 

Hal tersebut diungkapkan oleh Desi Susanti selaku Kepala Seksi Pelayanan Data dan Sistem Informasi Diskominfo Prov. Jabar dalam Rapat Teknis Evaluasi Statistik Sektoral Tahun 2017 yang dihadiri struktural setiap Perangkat Daerah di Provinsi Jawa Barat, Kamis (21/12) di Kantor Diskominfo Prov. Jabar.

Desi berharap kedepan dengan adanya rapat ini kasubag Perencanaan dan Pelaporan yang langsung menjadi penanggungjawab data dapat menyediakan data-data yang dibutuhkan. Hal ini sangat penting untuk dilengkapi dan dipenuhi karena di akhir tahun Gubernur juga harus menyampaikan laporan kepada Kemendagri mengenai penyelenggaraan data statistik sektoral.

Untuk memperjelas Desi juga menyampaikan 3 cara pengumpulan data statistik sektoral, yaitu dengan kompilasi produk administrasi, survey, dan pengumpulan melalui media lain misalnya menggunakan internet atau menggunakan aplikasi sistem yang sudah tersedia.

“Untuk tahun ini mengingat masa transisi kita baru menggunakan kompilasi produk administrasi yaitu melalui matriks satudata pembangunan Jawa Barat. Jadi kita sudah melakukan sebagian kecil tapi tentunya ini masih terbilang cukup rendah,” jelas Desi.

Kemudian dijelaskan oleh Desi bahwa koordinator atau penanggungjawab data juga menetapkan batas waktu dari masing-masing data. Hal ini menyangkut ke dalam aplikasi, dimana masing-masing indikator ada periode data, satuan, dan kebutuhan data masing-masing indikator yang terbagi dalam visi misi, kinerja program, kinerja daerah, termasuk LPPD, LPPP, dan LKPJ. 

Pihak Diskominfo mengharapkan penyedia data dari Perangkat Daerah dapat mengisi indikator tersebut dengan checklist agar memudahkan mesin pencari ketika data dibutuhkan dan lebih dapat dipahami oleh setiap pengguna data. Desi mengatakan, meskipun sedikit banyak prosesnya tapi manakala sudah dibuka sistemnya itu akan mudah.

Dalam rapat yang dibuka oleh Kadiskominfo Jabar diwakili oleh Asep Sukmana selaku Sekretaris Dinas Kominfo Jawa Barat ini, selain disosialisasikan pengelolaan data statistik sektoral dan aplikasi satu data pembangunan Jawa Barat, juga dijelaskan mengenai metadata oleh Unggul selaku Kepala Bidang Integrasi Pengolahan Data dan Diseminasi Statistik BPS Provinsi Jawa Barat.

“Metadata adalah sata dari data, untuk menghindari adanya duplikasi makna data sehingga bisa dipahami oleh setiap pengguna data, baik peneliti, pelaku ekonomi, maupun pihak-pihak lain,” jelas Unggul.

Sosialisasi pengelolaan data statistik sektoral ini untuk memberikan pemahaman kepada Perangkat Daerah mengenai mekanisme penyelenggaraan statistik sektoral, penyelenggaraan Pemerintah Daerah, serta fungsi Perangkat Daerah sebagai produsen data. Diharapkan setelah sosialisasi ini masing-masing Perangkat Daerah dapat menindaklanjuti di instansi masing-masing.

Penulis : Admin

Komentar


Post Terkait